impian-impian manis

10.27 , 1 Comments



Berbicara tentang impian, impian itu sungguh misterius. Banyak sekali orang yang berhasil mewujudkan impian mereka, namun tak sedikit juga orang yang gagal dalam meraih apa yang mereka impi – impikan. Ketika seseorang ditanya tentang impian mereka, pastilah setiap orang baik itu kaya ataupun miskin, sehat atau sakit, gemuk atau kurus, bahkan mereka yang sekolah maupun tidak pastilah memiliki impian yang berbeda – beda dan tentunya dengan cara yang berbeda-beda pula mereka menggapai impian tersebut.
“Impian hanyalah sebuah impian sampai itu dituliskan, barulah saat itu ia menjadi tujuan”
-Greg S. Reid-
Impian memerlukan sebuah tindakan untuk dapat mewujudkannya. Sedangkan manusia memiliki seribu kelemahan yang dapat menghambat terwujudnya sebuah impian. Lupa adalah salah satu kelemahan terbesar manusia, dengan berbagai kesibukan manusia terkadang lupa akan apa yang sedang mereka tuju. Banyak cara untuk dapat fokus meraih apa yang kita impikan. Beberapa cara yang dapat dipilih ialah dengan meniru cara dari seseorang yang dianggap sukses atau dengan membuat suatu cara tersendiri yang sesuai dengan dirinya.
“Aku dan impianku”. Seperti manusia lainnya saya pun mempunyai ribuan bahkan jutaan impian yang belum terwujud. Diantara jutaan impian tersebut membahagiakan kedua orang tua adalah impian terbesar saya. Mungkin terdengar umum sekali, karena setiap anak pastilah ingin bisa membahagiakan kedua orang tua mereka. Selain itu, saya ingin jadi “sirius” bintang paling terang diantara bintang – bintang lain. Saya ingin menjadi sosok yang unggul dan bisa dikenal oleh banyak orang.
                Sukses dan gagal. Dua kata yang memiliki perbedaan sangat tipis. Dua hal yang sudah saya rasakan bahkan berulang ulang. Tanpa kegagalan mungkin kesuksesan tidak akan manis rasanya. Dengan kegagalan kita dapat belajar, belajar menjadi yang lebih baik.
“Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal,
tetapi bangkit ketika kita jatuh”
-Confusius-
                Wajar setiap orang takut akan kegagalan, namun sampai kapan ketakutan itu akan terus membayangi ? dan kapan kita akan bergerak untuk maju? Dibalik suatu kegagalan pastilah terdapat rencana tuhan yang lain, yang lebih baik dari yang kita bayangkan. Jadi jangan lah takut untuk bermimpi.

1 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f:
:g: :h: :i: :j:


Emotion lainnya?